Dear Blogary,
8 octobre 2008
Cerita Kita
Ketika jalinan kata menyirat cinta
sang kalbu menyusun syair
brsama lidah mengurai nada di ruang verba
indah sekali
terlalu indah untuk didengar percuma
Wahai Dewi dalam persembunyiannya,
apa gerangan maksudmu,
membuat gelisah hinggap dalam dada,
membuat rasa ingin cepat beranjak untuk bertanya, bergegas mencari jawab
jawaban tentang semua,
tentang dunia,
tentang rahasia
tentang kita yang tinggal didalamnya
dan tentang bahasa
yang bukan sekedar untaian frasa tanpa makna
maupun sekedar rangkaian retorika belaka
adalah bahasa yang dapat menyingkap seribu cerita,
cerita lalu, saat ku belum ada,
cerita kini dimana kuberdiri,
dan cerita nanti yang akan kita tulis bersama,
dan saksikanlah! saat orang membacanya,
mereka akan pergi seolah tak perduli
lalu tertawa terbahak tanpa sebab
karena semua ini bukan salah siapa-siapa
bukan buruk tulisku atau terlalu indah tutur katamu,
karena dalam cerita kita
adalah suatu bahasa
dimana hanya kita yang tahu.
dan bukankah aku sedang bertaruh dengan sang waktu
untuk mempelajarinya segera,
demi cerita kita.