Feed on
Tulisan
Komentar

Dear Blogary,

Ini essay kedua saya yang berbicara tentang slogan/motto kampus, yah kurang lebih saya memaknai slogan itu berusaha untuk keluar dari klise-klise pemahaman klasik, maunya tanggung jawab itu bukan suatu keharusan saja, tetapi lebih kepada panggilan yang kita responi dengan ketulusan dari dalam hati.

“Yes, Responsibility definitely begins with me!”

Responsibility Begins With Me!

Oleh: Fransiskus Adrian Tarmedi

 

Mungkin tidak banyak dari kita sebagai mahasiswa yang mengetahui sejarah dibalik atau semboyan atau motto “at UPH responsibility begins with me” meskipun setidaknya pernah mendengar semboyan tersebut di kampus UPH. “at UPH responsibility begins with me” ini dibuat oleh Almarhum Bapak Bul Penyami, mantan pembantu rektor III bidang kemahasiswaan periode 1994-2001. Beliau pernah berkata bahwa tanggung jawab adalah mandat budaya dari Tuhan sendiri kepada manusia untuk bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan mandat dan wewenang yang diberikan. Hal ini mengacu kepada kitab Kejadian 1:26-28, ketika mandat dan tanggung jawab di berikan Tuhan kepada manusia untuk mengelola alam semesta beserta isinya sesuai dengan kekuasaan dan kewenangannya yang sudah diberikan kepada manusia. Semboyan itu juga mengajarkan bahwa definisi pemimpin adalah seorang harus memiliki sifat yang bertanggung jawab, bukan yang mengelak tanggung jawab, karena menurutnya dalam hidup keseharian sikap bertanggung jawab adalah satu-satunya hukum keberhasilan.

Cukup sekian tentang latar belakang motto tersebut, dulu ketika mendengar motto itu, saya seringkali membuat jokes di antara teman-teman, ketika keluar dari kampus saya pernah berkelakar tentang sampah yang berserakan di jalan luar UPH dan berkata “at UPH responsibility begins with me but at here (di luar UPH) responsibility begins with you.” dan mereka tertawa terbahak-bahak. Sungguh sangat ironis memang di satu sisi tanggung jawab bisa saja ada karena dipaksa oleh peraturan, tetapi pada praktiknya hanya merupakan formalitas saja, padahal kalau mengacu pada definisi filosofis sang pembuat semboyan yang sepakat dengan definisi Sang pemberi mandat dan wewenang pada manusia, seharusnya tanggung jawab itu diterima dan dilaksanakan dengan tulus sepenuh hati tanpa paksaan. Pertanyaan yang muncul selanjutnya adalah apakah ini hanya konsep ideal yang tidak berpijak, apakah benar bahwa natur manusia yang egois selalu mencari kesenangan dan  kepuasan pribadi dan senantiasa melupakan tanggung jawabnya, membuat tanggung jawab (responsibilities) bukan dimulai (begins) oleh saya (me), tetapi senantiasa melempar tanggung jawab ke pihak lain.

Mencoba mengutip dua tokoh yang kebetulan bernama mirip yang berbicara tentang tanggung jawab, satu tokoh fiksi Ben Parker dalam Spider Man, nasihat paman Ben kepada  “With great power comes great responsibillity” yang membuat Peter Parker muda berani mengambil tanggung jawab dan melaksanakan dengan baik sebagai manusia laba-laba dalam menjaga kota dari kejahatan, ditambah karena salah satu kejadian yang disebabkan oleh kelalaiannya membuat sang paman meninggal ditikam penjahat. Tanggung jawab di sini dekat dengan kekuatan yang kita miliki, berbicara kekuatan berbicara kapasitas, kemampuan kita yang terus berkembang, buah dari konsekuensi logis tersebut maka harus ada tanggung jawab yang didasarkan pada integritas moral untuk menggunakan kekuatan atau kemampuan kita agar tetap berada dalam koridor yang jelas demi kebaikan. Tanggung jawab dalam konteks kekuatan atau kemampuan kita tidak dapat disalahgunakan begitu saja, perlu adanya tanggung jawab yang menyertainya. Pertanyaan yang lagi muncul adalah siapa yang harus mengambil tanggung jawab itu, kalau memang orang-orang yang mempunyai kapasitas dan kemampuan besar harus mengambil tanggung jawab, mengapa pada kenyataannya banyak orang-orang hebat tidak bertanggung jawab, menyalahgunakan kekuasaan hanya untuk kepentingan pribadi semata, hal ini yang perlu dijawab dan dipecahkan bersama.

Tokoh kedua bernama Bern Wheeler, dalam bukunya “the only law of winning” ia menulis bahwa “only constant confrontation to responsibilities reap results”. yang artinya kita jangan saling melempar tanggung jawab, setiap kita harus mengambil tanggung jawab itu dan bersedia menerima serta melaksanakannya. Keberanian dalam mengambil tanggung jawab secara konstan dan teguh melahirkan keberanian untuk melakukan, dan pada akhirnya hal itulah yang membuahkan hasil. Kata-kata yang menarik adalah konfrontasi atau perjuangan yang tidak pernah henti, hal ini berbicara tentang dalam mengambil tanggung jawab tentu saja akan ada banyak pertimbangan yang membuat kita takut dan ragu dalam mengambil keputusan tetapi, Bern Wheeler tetap mengatakan bahwa kita harus tetap konsisten berjuang dalam mengambil dan melaksanakan tanggung jawab itu, dan hasil yang baik adalah buah dari konfrontasi yang meski sakit dan berat tapi akan berhasil kita lakukan.

Bagi saya pengalaman dalam mengambil tanggung jawab sangatlah beragam, saya melihat diri saya bukan orang yang bertanggung jawab secara penuh, karena harus diakui terkadang saya lari dari tanggung jawab, (semoga pengakuan ini menjadi bentuk tanggung jawab saya terhadap ketidak bertanggungjawaban saya sebelumnya, haha) tetapi jika kita melihat dari tanggung jawab yang bisa kita ambil dan laksanakan dengan baik, saya mempunyai dua pengalaman berkesan, yaitu pengalaman bertanggung jawab sebagai penata letak koran kampus “the UPH Connection” dan pengalaman menjadi Ketua Delegasi UPH dalam Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke VIII di Universitas Padjajaran, Bandung tahun 2006.

Menjadi penata letak artikel dan kolom (lay-outer) merupakan pengalaman baru bagi saya, tanpa latar belakang desain dan jurnalisme sebelumnya, membuat caci maki dan dianggap remeh menjadi tamu di awal kepengurusan redaksi. Di kepengurusan redaksi yang baru di waktu itu akan ada perubahan mendasar yang dilakukan oleh pimpinan, dimana dari logo, materi berita, semua akan dirubah, dan entah kenapa saya yang masih awam  ditnjuk sebagai penata letak sekaligus sebagai penanggung jawab produksi, dengan kata lain jika saya lalai, otomatis koran kampus tidak akan sampai di tangan para mahasiswa pada hari Seninnya. Tanggung jawab sudah saya ambil, tanpa kemampuan yang cukup berarti teori paman Ben tidak cocok, dikala itu saya tidak mempunyai kapasitas dan kemampuan, tapi apakah saya bisa lari dari tanggung jawab, saya berusaha dengan belajar melay-out setiap hari dengan mulai mencari software dan belajar dari senior maupun membaca panduan teknik dari internet, dan akhirnya lay-out saya layak cetak. Masalah datang ketika konsistensi diuji, saya yang bekerja selama empat minggu tidak memiliki rekan layouter dan terpaksa ketika wartawan, editor lainnya yang dibagi menjadi empat shift saya bertahan sendiri, hingga setiap sabtu minggu terpaksa tinggal di Karawaci untuk mengerjakan layout. Di tengah-tengah kepengurusan satu persatu anggota redaksi mengundurkan diri, dan hanya ada beberapa yang tinggal, saya sempat terpikir untuk mengundurkan diri, tetapi mengingat tanggung jawab saya, saya boleh bangga sekarang, ketika masa jabatan berakhir, meskipun peran saya tidak sebesar kawan-kawan lain saya adalah bagian penting dari koran kampus “the UPH Connection”.

Ketua Delegasi UPH, merupakan hal yang sama sekali tidak pernah terpikir oleh saya, kapasitas akademik ada, tetapi pengalaman berorganisasi, mengikuti sidang, mengambil keputusan atas nama institusi dan organisasi merupakan tanggung jawab yang sangat besar, ketika itu hampir tidak ada yang tertarik untuk mengikuti PNMHII, dan akhirnya saya terpilih dan bersama tiga mahasiswa lainnya, kami berangkat mewakii UPH. Konflik internal delegasi merupakan hal yang sangat sulit, ketika kredibilitas saya sebagai ketua diragukan oleh anggota, tetapi tetap yang saya pegang adalah tanggung jawab membawa nama kampus di hadapan mahasiswa-mahasiswa se-Indonesia lainnya. Buah dari tanggung jawab yang saya ambil dan saya laksanakana adalah penghargaan “delegasi terbaik” Universitas Pelita Harapan. Dari hal ini saya belajar bahwa buah dari tanggung jawab merupakan motivasi bagi kita dalam melaksanakan tanggung jawab kita dengan baik.

Mengenai tahapan-tahapan apa yang bisa dilakukan dalam mengambil dan melaksanakan tanggung jawab: Pertama, susun kembali prioritas dan tujuan kita, sehingga tanggung jawab yang akan kita ambil akan sesuai dengan nilai-nilai yang kita percayai dan sedang tuju, Kedua, yakinkan diri anda terlebih dahulu bahwa anda mau dan mampu dalam mengambil tanggung jawab tersebut, sehingga keputusan yang hanya ada ditangan anda tersebut dapat diambil dengan pasti dan dapat dengan yakin anda jalankan. Ketiga singkirkan emosi, rasa takut, malas dan keputusan irasional dalam mengambil dan melaksanakan tanggung jawab anda, sehingga anda tidak dengan mudah lari dari tanggung jawab yang sudah anda ambil. Dan terakhir yang paling penting, sadari dari setiap tindakan dari tanggung jawab yang anda ambil mengandung konsekuensi terhadap orang lain, lingkungan bahkan diri anda, hal itu membuat anda akan berpikir untuk menyelesaikannya dengan baik.

Sekian dari saya tentang tanggung jawab, siapa yang harus memulai tanggung jawab, saya dengan bulat sepakat bahwa tanggung jawab harus dimulai dari diri sendiri, jika terdengar subvokalisasi atau suara dalam hati dalam diri anda ketika dihadapkan pada tanggung jawab di depatn mata, yang berkata “kalau bukan saya siapa lagi?” bagi saya itu merupakan panggilan kuat untuk mengambil dan melaksanakan tanggung jawab tersebut, bukanlah suatu perintah tetapi merupakan mandat kepercayaan, dan saya pikir kita hanya bisa berkata “yes, responsibility begins with me”.

-FIN-

 

Hai Dunia Saya Datang!

Dear Blogary,

Ini adalah Essay pertama saya dalam mengikuti UPH Award 2008: Nominasi Student of the Year, yah semoga menang, “Everything to gain and Nothing to lose.”

 

Hai Dunia, Saya Datang!

Oleh: Fransiskus Adrian Tarmedi

 

Menjalani suatu hidup adalah proses yang panjang dan tidak berakhir, penuh penderitaan, sakit hati, kepahitan, dan kekecewaan,  tidak ada kepastian maupun pegangan.  Jarak antara harapan dan kenyataan dalam menjalani suatu hidup benar-benar terlalu jauh dan sama sekali berbeda. Hal ini membuat hidup tidak layak untuk di pandang lagi bahkan untuk dijalani, karena apalah gunanya kita menjalani hidup jika apa yang kita harapkan selalu berbeda dengan kenyataan, akan terlalu banyak kesia-siaan ketika apa yang kita mulai tak pernah kita bisa akhiri sesuai dengan mimpi dan harapan kita, dan hidup terasa hampa, nihil, dan dunia adalah mati, termasuk setiap kita, yang merupakan entitas dunia adalah mati. Definisi hidup bukan merupakan suatu proses waktu sebelum menuju kematian, tetapi langsung menjadi menjalani suatu hidup adalah mati.

Tapi menjalani suatu hidup yang bermakna adalah anugrah, proses yang dapat dinikmati bahkan hingga setiap bagian kecil daripadanya. Hidup bermakna sama sekali berbeda dengan hanya sekedar hidup saja, hidup bermakna yang penuh sukacita, kepuasan, dimana kita sudah berhasil menemukan adanya suatu alasan yang menghasilkan kekuatan untuk terus maju dalam memberi makna dalam hidup ini. Bahwa hidup bermakna bukan berarti mati, tetapi suatu proses memaknai hidup untuk terus tanpa putus-putusnya berkarya dan memberi makna bagi dunia kita dan dunia lain di luar kita.

            Saya akan menceritakan sedikit kisah tentang dia yang namanya mungkin tidak perlu disebutkan, tetapi saya menjadi banyak belajar dari kisah hidupnya, dimana dia banyak mengajarkan saya tentang hidup mana yang patut kita jalani apakah hanya hidup yang sekedarnya atau kita bisa memilih untuk menjalani hidup yang bermakna. Seorang kawan yang kisah hidupnya saya tahu benar bahkan melebihi dirinya sendiri, dia tumbuh di keluarga yang kurang harmonis, tuntutan dari orang tua yang menjadi beban sepanjang hidupnya menjadi kepahitan sekaligus menghilangkan makna dari hidupnya. Ketidakterbukaan dan kekecewaan yang terus terpendam membuatnya tidak bisa keluar dari perasaan-perasaan yang membuat hidupnya menjadi semakin tidak bermakna, hingga sempat terpikir untuk bunuh diri daripada terus terjebak  dalam rutinitas yang terjadi.

Namun semua berubah ketika dia berhasil memaknai hidupnya, tapi sebelum kita beranjak masuk ke dalam apa yang menyebabkan dia dapat memaknai hidupnya, mungkin terdengar klise atau saya sendiri pun sempat berpikir bahwa apakah entitas Tuhan itu ada, dab bukan merupakan bagian dari budaya manusia turun temurun yang disebabkan oleh karena ketidakmampuan mereka dalam memaknai hidup sampai rela bersusah payah mencari makna yang lebih besar dari pada hidup, dalam hal ini dia pun berpikir tentang hal yang sama. Jadi hidup yang sekedarnya itu boleh berubah karena suka tidak suka, mau tidak mau, bahkan percaya tidak percaya, dia yang tidak percaya akhirnya mengakui bahwa hidup yang sekedarnya itu berubah dan termaknai ketika dia mengalami Tuhan. Kisahnya di suatu kebaktian ia mulai berdoa kepada Tuhan yang sebenarnya sudah terkubur dan mati jauh di kenangan masa kecil, dan ada suatu keputusan dari hati untuk meninggalkan hidup yang sekedarnya.

Dia adalah saya sendiri. Teman terdekat sekaligus musuh terbesar, pihak yang paling mengerti saya kedua setelah Tuhan. Perjumpaan dengan Tuhan dan perjalanan iman  atau pilgrimage of faith terus berlangsung hingga kini sampai di batas waktu nanti, tapi yang saya mau coba bagikan di sini adalah bagaimana menjalani hidup yang sudah bermakna.

 ada beberapa nilai yang saya percayai dalam menjalani hidup, Pertama, menjaga hubungan adalah hal yang paling penting dalam hidup yang bermakna. Dengan hubungan yang baik antar sesama kita meninggalkan jejak dalam pikiran dan hati setiap orang yang kita pernah singgahi dunianya, dengan hubungan yang baik ada pertumbuhan kebaikan yang nantinya terkadang tanpa kita sadari akan kita petik buahnya. Lalu pertanyaan bagaimana kita menjaga atau sebelumnya membangun hubungan, antara lain melalui perhatian, dalam membangun dan menjaga hubungan perlu ada namanya perhatian, dari asal kata hati, bahwa perhatian yang kita beri pun harus benar-benar dari hati, dimulai dari kepekaan kita melihat kebutuhan orang lain, dan diharapkan perhatian yang kita beri dapat menjawab kebutuhan orang lain. Dalam hubungan perlu ada komunikasi yang tulus dan juga langsung menyentuh hati setiap orang. Dalam konsep komunikasi pesan yang dibawa tak akan tersampaikan secara menyeluruh jika si pembawa pesan tertolak, jadi perlu dipastikan bahwa pribadi si pembawa pesan yakni anda sendiri merupakan pribadi yang hangat dan diterima oleh orang lain. Dalam hubungan, tawa dan canda pun resep yang sangat baik dalam minimal membuat orang lain tersenyum untuk sejenak melupakan beban mereka bahkan lebih jauh lagi memberikan kekuatan untuk mereka melangkah lagi. Bicara tentang hubungan pun bicara tentang pengorbanan, harus ada sesuatu baik atau kecil yang kita korbankan ganti hubungan yang terus bertumbuh, contohnya waktu dan tenaga, telinga untuk mendengar, mulut untuk memberikan kata-kata semangat atau motivasi serta sekedar canda gurau, tangan untuk menolong dan menopang orang-orang lain, dan percayalah sebuah kado kecil berupa buku sekalipun merupakan sesuatu yang besar bagi mereka yang kita kasihi. Jadi empat hal dalam membangun dan menjaga hubungan yang sudah dibahas di atas adalah memberi perhatian, menjaga komunikasi, membagikan tawa dan canda, serta memberikan pengorbanan.

Prinsip kedua dalam hidup yang bermakna adalah tetap berkontribusi. Berkarya tidak perduli ukuran besar dan kecil karena merupakan hal yang sangat relatif, tetapi sekali lagi perlu adanya suatu ketulusan dalam memberi apa yang kita punyai. Dengan berkontribusi kita menjadi bagian dari hidup, dari dunia dimana kita berada, bahkan bagi dunia orang lain yang terkecil dan tidak terlihat oleh kebanyakan orang sekalipun. Dalam berkontribusi kita menjadi bagian penting dari kehidupan, tanpa kita rasanya dunia tidak lengkap, dengan mempraktikan nilai itu eksistensi atau keberadaan kita diakui oleh dunia dan jauhnya diakui oleh hidup yang sudah kita maknai. Berkontribusi ibarat mencorat-coret kanvas hidup dengan apa yang kita miliki, dan pada akhirnya kanvas itu berwarna dan hidup pun tidak hanya sekedarnya, karena kita merupakan bagian dari kanvas kehidupan.

Prinsip atau nilai terakhir yang saya percayai dalam menjalani hidup yang bermakna adalah tahu panggilan diri. Apa fungsi dan peran kita dalam kehidupan bukan hanya kita saja yang menentukan atau dalam memaknai hidup bukan hanya diri kita yang berhak memaknai hidup kita, tetapi Tuhan adalah yang paling berhak memaknai hidup kita, dengan talenta yang sudah disediakan, dengan porsi dan kapasitas kita yang terbentuk maka dengan mau mendengar panggilan Tuhan dalam hidup kita, peran dan fungsi kita akan menjadi semakin maksimal, dan hidup yang sudah kita maknai pun menjadi lebih lengkap karena ada makna dari Tuhan yang berdiri dalam barisan-barisan makna hidup yang menjadi alasan untuk kita terus maju menjalani hidup kita, dunia kita, atau dunia dimana kita bersama-sama berada.

Akhir kata, hidup ini terlalu singkat dan membosankan untuk dijalani oleh setiap kita jika masih berpegang dengan prinsip ala kadarnya, kita harus memaknai hidup agar menjadi lebih bermakna, cara-cara yang saya percayai adalah melalui membangun hubungan dengan orang lain melalui perhatian, komunikasi, tawa dan canda, serta pengorbanan. Tetap memberi kontribusi bagi dunia melalui apapun yang kita punya, sepanjang tetap keluar dari hati pasti ada hasil yang baik pada akhirnya. Mengetahui panggilan diri dalam menjalankan fungsi dan peran kita, menyediakan tempat bagi Tuhan dalam memberi makna dalam hidup. Dengan menggenggam prinsip-prinsip erat-erat harapan untuk hidup yang kita jalani menjadi bermakna bertambah besar, kita adalah gambar yang terlihat dalam kanvas hidup, kita adalah bagian dari hidup, kita adalah alasan bagi dunia untuk tetap hidup, bangkit, berlarilah sambil berseru “Hai dunia, saya datang!”.

­-FIN-

Dear Blogary,

        Sudah lama rasanya tidak menyapa, sudah 2 Bulan semenjak posting terakhir, banyak ceritera yang ada dan terlewat, dari mulai kerja praktik di Kemitraan yang sudah selesai terhitung tanggal 31 Januari 2008, Pembuatan laporan yang merenggut waktu tidur, ‘Getar Bumi’ Signature Moves dari Adrian & Range Motivation (ARM) di Training Fasilitator (TF) Eagle Hills 2008, Event show your love di FJ Square yang mengguncang UPH, Pelatihan Advance Leadership Training 2008 di Mauk, Tangerang. Tapi yang paling berkesan dan membuat diri terus semangat dan tidak mau dan mampu melarikan diri dari kenyataan adalah, perkenalan dengan cinta.

Cinta, ya perkenalan dengan cinta. mungkin dalam hidup ini sudah terlalu banyak cinta dan perhatian yang dicurahkan kepada saya, dari keluarga terutama Pap, Mam, dan De, yang semakin bertambahnya usia, saya semakin menyadari betapa penting dan signifikan cinta dan perhatian mereka terhadap saya dan perjalanan kehidupan saya. Cinta dari Tuhan dan Raja saya yang tidak bersyarat yang sangat mengubah hidup dan cara pandang saya terhadap perjalanan transit saya di ‘Terminal Dunia’ yang sementara ini. Cinta dari almarhum Ema’ Situ Aksan, Ema’ Yulianti (Dad’s Mom) yang terus memberikan kasih dan perhatian serta doanya dengan kucuran air mata yang saya selalu bingung ketika didoakan sewaktu kecil dan badung setiap saya berkunjung ke Rumah Situ Aksan, yang kini menjadi Taman Kanak-Kanak sepeninggal Ema’ dari dunia. Cinta dari almarhum Ema’ Bertha (Mom’s mom) yang meski setiap Sin Cia pernah memberikan amplop merah berisi seribu rupiah namun selalu memperhatikan saya ketika kecil ketika lapar dan belum tidur, selalu mengingatkan “Hees atuh!” (ayo tidur!). Cinta dari para kakak sepupu, Om dan Tante, semua keluarga dari Pap, Mam, di Bandung dan Sumedang yang terus memberikan perhatian tanpa meminta apa-apa. Bagi saya inilah cinta dari keluarga besar, ikatan “Blood is Thicker than Water” membuat adanya tali darah yang mempersatukan di antara semua keluarga. Cinta yang jenis ini saya sudah dan terus merasakannya hingga kini, meski jarang bertemu dengan saudara-saudara yang tersebar pun, ketika pertemuan itu tiba minimal ada bagian dari Cinta yang masih dibagi, Ah Cinta memang Aneh.

        Tapi di sini saya mau berbicara tentang Cinta yang lain, beberapa teman berkata, saya termasuk orang yang lugu (bahasa halus dari bodoh), kurang pengalaman dan terlalu cepat jatuh Cinta. bagi saya peduli tidak peduli orang lain mau berkata apa, bagi saya, sayalah yang paling tepat dan berhak mendefinisikan Cinta itu. Sedikit berfilosofi, ketika kita berkata Aku Cinta Kamu, dilain sisi, si Aku itu pastilah berharap atau menuntut si Kamu membalas Cintanya. Di sini bisa terlihat suatu ketidakadilan, mengapa untuk mencintai seseorang di lain sisi kita malah menuntut dia untuk melakukan hal yang sama dengan mencintai kita sebanyak yang kita lakukan. ah Cinta memang aneh.

Cinta adalah Afeksi, perasaan dan keinginan untuk terus melihat dan bertemu dalam konteks fisik, Afeksi dalam melihat wajahnya, menggandeng tangannya, mendengar suaranya, mencium aroma tubuhnya, menyaksikan tawanya, memperhatikan setiap gerak-geriknya, menertawakan kebodohannya (sekali lagi lugu), merindukan panggilannya, bahkan membelai rambutnya, memeluk tubuhnya, mengecup keningnya, menikmati perhatiannya, menyimak cerita-ceritanya, menghibur keluh kesahnya, membayangkan dirinya untuk selalu ada, dan tidak mau barang sekejap, tidak ada gambaran atau profil dirinya yang menemani. Ah Cinta memang aneh.

Cinta adalah Posesi. Cinta membuat adanya perasaan ingin memiliki, bukan hanya dalam artian kepemilikan, bahwa dia adalah milikku seorang, bukan hanya dalam artian tidak ada yang boleh mengganggu dan merusaknya, tidak jelas tidak hanya sesempit itu, Cinta adalah posesi dalam artiannya, kurang lebih senada dengan ketidakbolehan dan ketidakbisaan si-aku untuk kehilangan dia, jangan sampai dia tidak ada lagi, figur dan eksistensi dia yang sangat berharga bagi diri, membuat posesi ditempatkan lebih dari hanya sekedar ketamakan atau keserakahan pribadi. posesi dalam artian yang dapat dibenarkan, yang membuat kita mau berkorban bagi dia yang berharga dan bernilai lebih di pemandangan kita, dia yang adalah cinta. Cinta yang terus dipeluk seerat mungkin dan tak akan kulepas. ah Cinta memang aneh.

        Cinta adalah kesepakatan, prinsip konsensus yang membuat cinta bisa bertahan dan bertumbuh, dimana aku dan kamu harus sepakat dalam Cinta, sehingga konsensus dapat terjadi, dan CINTA bisa berdiri. Mana ada Cinta yang bertepuk sebelah tangan, ketika  seorang mau menCintai sesuai dengan konsensus yang ada, dipastikan  ada jari-jemari kecil yang sudah menggenggam, sehingga biar waktu yang menjawab akankah jari-jemari itu menepuk dan menggenggam erat seluruh telapak tangan kita. Pertanyaannya adalah, kapankah waktu mau menjawab sang Cinta, sebelum semuanya berakhir. Ah Cinta memang Aneh…

Melihat Video Klip LETTO “Permintaan Hati” yang di dalam sebuah adegannya, sang perempuan berkata pada sang lelaki bahwa seharusnya mereka menciptakan sebuah kata baru yang menunjukan perasaannya sekarang, sebuah kata di atas kata ‘Sayang’, sebuah kata di atas kata ‘Cinta’, “Karena perasaanku padamu lebih dari sekedar Cinta dan Sayang”. dan sang lelaki berujar, “Bagiku inilah CINTA, karena Cinta adalah sesuatu yang Hakiki”. Ya, saya setuju, Cinta adalah hal yang absolut, tidak ada batasan mengenai Cinta, bahkan lingua dan parole, bahasa verbal dan non-verbal tidak bisa membatasi, atau menjelaskan secara detail, karena CINTA ada bukan untuk dipikir, tetapi untuk dirasa, sebuah buah dari perasaan, perjalanan terpanjang, dari pikiran menuju perasaan. Siapa yang berhak membatasi Cinta harus tumbuh dalam rentan waktu tertentu, dan jika terlalu cepat maka itu hanya sekedar kekaguman, dan bukan Cinta, hanya keputusan sesaat. Ah lagi-lagi Cinta memang aneh.

Sebagai penutup dari cuap-cuap kali ini, saya hendak mengutip judul album sebuah grup musik indonesia yang berjudul “If Loving You is Wrong, I Don’t want to be Right.” yah kalau mencintai kamu itu adalah suatu hal yang salah, biarkanlah aku berada di dalam kesalahan itu, tak mau menjadi benar jika tidak bisa mencintai, merasakan, dan memiliki dirimu. Cinta memang membuat kemapanan menjadi tidak mapan, batas-batas logika didobrak, kelenjar-kelenjar hormonal yang terus menghasilkan Chemistry, perasaan-perasaan yang liar tak terkendali seakan berjanji pada pikiran-pikiran yang terus menghadirkan nuansa dirimu yang berlalu lintas di angan-angan. Mimpi dan Harapan di setiap pagi datang, aku harus bertemu dengan dirimu, kebersamaan yang terjadi membuat waktu seakan ingin dibekukan, agar ada keabadian yang mengikat kita. Pahitnya kenyataan seakan tidak menghalangi sang Cinta untuk tetap ditegakan sebagai prasasti dan peninggalan perasaan milik aku pada dirimu. Realita dan Angan mungkin tidak selamanya selalu saling memalingkan mukanya, ada sebuah harap di batas waktu nanti bahwa Cinta akan datang dan mempersatukan kita,

Ya! KITA, si-AKU dan si-KAMU untuk selamanya.

Ah Cinta Memang Aneh..

Radio Stations @ Jayakarta

Dear Blogary,

nih kalo mau denger radio-radio di Jakarta dan sekitarnya

Daftar stasiun radio di Jakarta

  • 101 Jak FM: 101.0 MHz
  • Arief Rahman Hakim (ARH-Global Radio): 88.4 MHz
  • Attahiriyah (ER Radio): 98.7 MHz
  • Bergaya Nyanyian Irama Sejati,PT - Bens Radio: 106.2 FM - Ciputat,Kab. Tangerang
  • Buana Komunika,PT - Radio Univ. Mercu Buana - 810 AM Jakarta
  • Cakrawala Gita Swara: 98.3 MHz
  • Camajaya Surya Nada, PT - Radio Camajaya: 102.6 Jakarta
  • Classical, News and Jazz (CNJ Radio): 99.9 MHz
  • Cosmopolitan FM: 90.4 MHz
  • Delta FM: 99.1 MHz
  • Elshinta: 90.0 MHz
  • Female Radio: 99.5 MHz
  • Garda Asia Bumi (Woman Radio): 94.3 MHz
  • Gracia,PT - 720 AM Jakarta
  • Hana Citra Swara Jakarta,PT - 1494 AM Jakarta
  • Hardrock FM: 87.6 MHz
  • Heartline FM: 100.6 MHz
  • IMAX - Community Radio FM 104.0 Cijantung - East Jakarta
  • Indika Milenia (Indika FM): 91.6 MHz
  • I-Radio: 89.6 MHz
  • KIS FM: 95.1 MHz
  • Media Suara Trisakti,PT FM: 104.2 Jakarta
  • MERSI FM: 93.9 MHz Bandar Dangdut Indonesia
  • Mitra Carita 16, PT - Music City (MC): 107.5 FM - Cimanggis, Kab. Bogor
  • Mustang FM: 88.0 MHz
  • Niaga Chakti Bhudi Bhakti, PT - CBB FM: 105.4 FM Jakarta
  • OTOMOTION Radio: 97.5 MHz
  • PAS FM: 92.4 MHz - Radio Bisnis Jakarta phone: 021 6339160
  • Perkumpulan Mahasiswa Univ. Tarumanagara - 1098 AM Jakarta
  • Pesona Gita Anindita, PT - Pesona FM: 103.8 Jakarta
  • Pop FM Jakarta: 103.0 MHz
  • Prambors FM : 102.2 MHz
  • Puspa Dwi Cipta Swara,PT - 936 AM - P2SC Jakarta
  • Radio Alaikassalam Sejahtera Jakarta PT.(RAS FM): 95.5 MHz
  • Radio Dangdut-TPI: 97.1 MHz
  • Radio El-Gangga: 100.3 MHz - Bekasi
  • Radio Kayumanis: 97.9 MHz
  • Radio Pelita Kasih (RPK FM): 96.3 MHz
  • Radio Sonora: 92.0 MHz
  • Radio Suara As Syafi’iyah, PT : AM 792 Khz
  • Radio Utan Kayu: 89.2 MHz
  • Ragesa Radio AM 1458 Khz
  • Ramako Jaya Raya, PT - Ramako FM: 105.8 FM - Jakarta
  • RRI 1332 AM Jakarta
  • RRI 999 AM Jakarta
  • RRI Jakarta Pro 1: 91.2 MHz
  • RRI Jakarta Pro 2 (Pro 2 FM): 105.0 MHz
  • RRI Jakarta Pro 3: 88.8 MHz
  • RRI Jakarta Pro 4: 92.8 MHz
  • Sabda Sosok Sohor, PT - Radio Muara -: 106.6 FM Jakarta
  • Sekuntum Bunga Yonina,PT - 666 AM - Radio SBY Jakarta
  • Sentra Komedi: 93.2 MHz
  • Siaran Pusat Cendrawasih,PT - 1062 AM Jakarta
  • Smart FM: 95.9 MHz
  • Suara Gema Pembangunan Utama (SP FM): 90.8 MHz
  • Suara Mega Asri Indonesia,PT - 1080 AM Jakarta
  • Suara Melin Perdana,PT - 603 AM - KBR68H Jakarta
  • Suara Metro (Polda Metro Jaya): 107.8 FM
  • Suara Multazam,PT - 1026 AM Jakarta
  • Suara Tunggal Angakasa Raya,PT - STAR FM: 107.3 FM - Kota Tangerang
  • Swara Rhadana Dunia (Radio A): 96.7 MHz
  • Taman Mini, PT (D Radio): 103.4 FM Jakarta
  • Terik Matahari Bahana Pembangunan PT.,Radio Bahana 101.8 FM
  • Tona,PT - 702 AM - Batak’s Radio Station - Jakarta
  • Trax FM: 101.4 MHz
  • Trijaya Shakti,PT FM: 104.60 Jakarta
  • U FM (Agustina Yunior): 94.7 MHz

Joyeux Noël!

Dear Blogary,

i’m spending this (2007) christmas in my Home back then in Gading Kirana,

this is my 20th Christmas so far in my life, every Christmas i’m feel so sad that i’m always questioning: 

Why My Big Boss up there (read: God) would came only for saving these filthy world? especially me…

and I think this become a contemplation for the next year resolution

What the Lord has gave in my Life, and what should i do then…

and I think this song could be my theme song, during the Christmas Eve

Josh Groban-Petit Papa Noël

Noel

PS.: Thank You Lord Jesus for you have picked me..

Petit papa Noël - French Christmas Carol
C’est la belle nuit de Noël
La neige étend son manteau blanc
Et les yeux levés vers le ciel
À genoux, les petits enfants
Avant de fermer les paupières
Font une dernière prière.
It’s a beautiful Christmas night
Snow spreads its white coat
And eyes lift toward the sky
On their knees, small children
Before closing their eyes
Say a last prayer.
Petit papa Noël
Quand tu descendras du ciel
Avec des jouets par milliers
N’oublie pas mon petit soulier.
Mais avant de partir
Il faudra bien te couvrir
Dehors tu vas avoir si froid
C’est un peu à cause de moi.
Little Santa Claus
When you come down from the sky
With thousands of toys
Don’t forget my little stocking.
But before you leave
You should dress well
Outside you will be so cold
And it’s kind of my fault.
Le marchand de sable est passé
Les enfants vont faire dodo
Et tu vas pouvoir commencer
Avec ta hotte sur le dos
Au son des cloches des églises
Ta distribution de surprises.
The sandman has passed
The children are going to sleep
And you will be able to begin,
With your sack on your back,
To the sound of church bells,
Your distribution of surprises.
Refrain

Il me tarde que le jour se lève
Pour voir si tu m’as apporté
Tous les beaux joujoux que je vois en rêve
Et que je t’ai commandés.

Refrain

I can’t wait for sunrise
To see if you brought me
All the lovely toys that I see in my dreams
And that I ordered from you.

Refrain

Et quand tu seras sur ton beau nuage
Viens d’abord sur notre maison
Je n’ai pas été tous les jours très sage
Mais j’en demande pardon.

Refrain

And when you are on your beautiful cloud
Come first to our house
I wasn’t always very good
But I ask for your forgiveness.

Refrain Refrain

Joyeux Noël !

(Merry Christmas!)

Filosofi Waktu

Dear Blogary,

kembali lagi masih KP di Kemitraan/Partnership, sambil menunggu waktu makan siang, saya sedikit berfilosofi tentang waktu

Kalau Menurut Merriam-Webster Online Dictionary

Waktu/Time adalah:

 

Main Entry:
1time Listen to the pronunciation of 1time
Pronunciation:
\ˈtīm\
Function:
noun
Etymology:
Middle English, from Old English tīma; akin to Old Norse tīmi time, Old English tīd — more at tide
Date:
before 12th century

1 a: the measured or measurable period during which an action, process, or condition exists or continues : duration b: a nonspatial continuum that is measured in terms of events which succeed one another from past through present to future c: leisure <time for reading>2: the point or period when something occurs : occasion3 a: an appointed, fixed, or customary moment or hour for something to happen, begin, or end <arrived ahead of time> b: an opportune or suitable moment <decided it was time to retire> —often used in the phrase about time<about time for a change>4 a: a historical period : age b: a division of geologic chronology c: conditions at present or at some specified period —usually used in plural <times are hard><move with the times> d: the present time <issues of the time>5 a: lifetime b: a period of apprenticeship c: a term of military service d: a prison sentence6: season <very hot for this time of year>7 a: rate of speed : tempo b: the grouping of the beats of music : rhythm8 a: a moment, hour, day, or year as indicated by a clock or calendar <what time is it> b: any of various systems (as sidereal or solar) of reckoning time9 a: one of a series of recurring instances or repeated actions <you’ve been told many times> bplural (1): added or accumulated quantities or instances <five times greater> (2): equal fractional parts of which an indicated number equal a comparatively greater quantity <seven times smaller> <three times closer> c: turn <three times at bat>10: finite as contrasted with infinite duration11: a person’s experience during a specified period or on a particular occasion <a good time> <a hard time>12 a: the hours or days required to be occupied by one’s work <make up time> <on company time> b: an hourly pay rate <straight time> c: wages paid at discharge or resignation <pick up your time and get out>13 a: the playing time of a game b: time-out 114: a period during which something is used or available for use <computer time>

at the same time

: nevertheless, yet <slick and at the same time strangely unprofessional — Gerald Weaks>

at times

: at intervals : occasionally

for the time being

: for the present

from time to time

: once in a while : occasionally

in no time

: very quickly or soon

in time

1: sufficiently early2: eventually3: in correct tempo <learn to play in time>

on time

1 a: at the appointed time b: on schedule2: on the installment plan

time and again

: frequently, repeatedly

 

dari definisi di atas saya mengambil tiga poin yang menarik..

 

  • measurable period”,
  • “nonspatial continuum”,
  • “past-present-future”,

 

measurable period/ Periode yang terukur:

 

  • 12 Bulan dalam 1 tahun
  • 52 Minggu dalam 1 tahun
  • 4 Minggu dalam 1 Bulan
  • 30/31/28/29 Hari dalam 1 Bulan
  • 365 Hari dalam 1 tahun (kecuali kabisat)
  • 24 Jam dalam 1 Hari
  • 60 Menit dalam 1 Jam
  • 60 Detik dalam 1 Menit

Jika sekarang Saya berusia 20 Tahun lewat 6 bulan

Saya sudah menghabiskan waktu sebanyak
20x 12 bulan + 6 bulan = 246 bulan
246 x 4 Minggu = 984 Minggu

984 x 7 Hari = 6888 Hari

6888 x 24 Jam = 165312 Jam

165312 x 60 Menit = 9918720 Menit

9918720 x 60 Detik =595123200 Detik

 

Jadi sejauh ini saya terus menghabiskan +/- 595123200 detik

+1 detik

+1 detik

+1 detik

+1 detik

+1 detik

+1 detik

 

udah ah…

menghabiskan waktu kita sama saja dengan menghabiskan hidup kita, kita semakin tua dan pasti semuanya mati, masalah kehidupan setelah kematian itu petualangan iman setiap pribadi masing-masing pada sang Khalik Alam Semesta.

 

konsep awet muda hanya sebagai topeng untuk mengobati kesedihan manusia dimakan usia, obat-obat anti-aging, therapy, suntik botox, kosmetika, dll. justru mempercepat penuaan karena ketika proses itupun memakan waktu yang berarti memakan usia kita…

 

Waktu=Usia

 

Seringkali kita mendengar manusia mengeluh bahwa waktu terlalu cepat, tetapi kesimpulan awal saya adalah:

waktu tidak pernah terlalu cepat, Manusia yang terlalu lambat…

 

How we spend our days is, of course, how we spend our lives.”

-Annie Dillard

 

Tschüss!

Nilai Semesteran Ronde 5

SEMESTER 5 (repot,rapat,repot,rapat,rapet)

Setelah Berjerih Lelah, Kurang Tidur, Rapat terus hingga tak sempat Pacaran,

Akhirnya Perjuangan di Ronde-5 di arena akademis dan kehidupan kampus

ini berakhir juga,

meski harusnya bisa lebih baik lagi..

Saiya tetap bersyukur ajah.. Thanks GOD!

HASIL SEM5

RESULTS: IPS: 3.73 & IPK 3.63 ^0^ - ^O^

Targetnya semoga IPK dan IPSnya terbalik gitu deh, bahkan diganjar hukuman Cum Laude sama Fakultas.. hahaha..

oh ya ngomong2 kalo mau buka webnya FISIP-UPH ada muka saya pribadi tuh,

FISIP-HI

siapa tuh… jiga belligerent Perang Dunia ke-II..

hahaha..

satu lagi ama si bgank krebo waktu panitia bazaar murah.. (yang beda berdua atuh)

Eksis banget lu kus!!! wakaka..

Existentialism means that no one else can take a bath for you

-Delmore Schwartz (1913-1966)

Internship @ Partnership

Dear Blogary,

ketika ini ditulis ini jam Seiko di dinding menunjukan pukul 11:16 WGS (Waktu Gedung Surya), ditengah-tengah kesibukan meng-clipping koran tentang korupsi di Indonesia Saya menyempatkan diri blogging lagi, jadi ceritanya begini selama 1,5 bulan kedepan ini lagi Kerja Praktek (KP) 200 hours internship sebagai persyaratan ambil mata kuliah Seminar yang merupakan persyaratan untuk mengambil Tugas Akhir (TA) yang tentu saja merupakan persyaratan untuk diganjar titel strata 1 di Universitas… (meski titel bukan syarat untuk hidup toh..)

INTERNSHIP@PARTNERSHIP

KPnya di Partnership/Kemitraan panjangnya

Logo

Partnership for Governance Reform in Indonesia/

Kemitraan bagi Pembaruan Tata Pemerintahan di Indonesia

Gedung Surya Lt 10
Jl MH Thamrin Kav 9,

Jakarta 10350 +62-21-3902566

+62-21-2302566

Saya kerja di bawah Public Service Governance Cluster

(soalnya Cluster Headnya Dosen saya bos.. hahaha)

sedikit dari web kemitraan:

Tata Pemerintahan dalam Sektor Publik

Tujuan utama: Menciptakan sektor publik yang terdesentralisasi, efektif, akuntabel dan bersih, yang melayani masyarakat serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat.

Penyediaan pelayanan sosial dasar yang bermutu oleh lembaga-lembaga yang kompeten, bertanggung jawab, tanggap dan akuntabel sering dipandang sebagai perwujudan dari tata pemerintahan yang baik. Dalam proses desentralisasi Indonesia yang cepat, sebagian besar tanggung jawab untuk menyelenggarakan pelayanan publik dialihkan ke pemerintah di tingkat kabupaten/kota. Kemitraan telah merumuskan dan mengembangkan lima bidang prioritas untuk mengkonsolidasikan dan merevitalisasi sistem, proses dan lembaga – lembaga politik yang ada agar menerapkan sepenuhnya prinsip – prinsip tata pemerintahan yang baik, yaitu:

  1. Pengembangan Strategi Besar desentralisasi dan otonomi daerah
  2. Membangun sistem aparatur negara yang lebih efektif dan akuntabel
  3. Revitalisasi sistem pemerintahan desa
  4. Membangun tata pemerintahan ekonomi yang kondusif demi kesejahteraan rakyat
  5. Konsolidasi pembaruan sektor publik di bawah lembaga yang berwenang.

yah lumayan bisa belajar banyak di sini, salah empat kerjaannya antara lain:

  • Buat Research Paper tentang Sejarah LSM di Indonesia
  • News Clipping
  • Reports Reviewing
  • dan serabutans.

saya juga punya dua supervisor:

Bapak Henry Siahaan Programme Manager Anti Corruption

Mbak Natalia Hera Setiyawati Project Manager of IsaAC Program

—————————————————————

terus gimana rasanya KP?

ya, so-so lah tapi bersyukur dapat tempat KP yang bener jadi bisa belajar banyak, jadi merasa kalo orang kerja pantesan cepet tua, stress di jalan, Jakarta gak macet pada jam pulang kantor itu baru luar biasa…

Rekan-rekan kerja di sini ada empat yang baru ketahuan, setelah Cuwita Surya masuk menambah deretan mahasiswa UPH yang KP di sini bersama Saya, Rosalia Eveline, dan Novie Muliawan

selanjutnya saya akan menceritakan perjalanan demokratisasi di Indonesia

jadi dulunya..

Ups Bos dateng… (tutup)…

!@#$%^&*()

Tentang Saya (Ver. 1.0)

Dear Blogary,

ini adalah Weblog pertama serius Saya (baca: Fransiskus Adrian Tarmedi)

Rencananya Weblog ini akan menjadi Proyek Jurnalisme Kehidupan di dunia maya, untuk membuktikan dan sekaligus Memfalsifikasi adanya Kematian Sosial, Kebudayaan Pasca Ruang, Post-Social. bahwa kehidupan sesungguhnya tetap diluar sana dan Internet hanyalah sebuah Media Ciptaan bukan Tuan atas Manusia, Haha…

Rencananya Weblog ini akan menggunakan banyak bahasa asing maupun bahasa gaul.. haha..

jadi ijinkanlah saya memulai dengan sebuah perkenalan yang singkat,

FRANSISKUS ADRIAN TARMEDI

Dilahirkan ku si mamah (Baca: Memulai Hidup) dari Bandung, Indonesia Pada Hari ke-19
Bulan 6 Tahun ke-87 dari Abad ke-20,
Rumah Sakit Umum, Santo Carolus Boromeus Jl. Ir. Haji Djuanda
(Dago), Bandung menjadi Terminal Transit Kedatangan Dalam Dunia
yang Pertama.

Oncom Bandung, Tahu Sumedang, dan Pisang Sale adalah Tiga Komoditas yang menjadi Budaya Keluarga.

Besar dan Berkembang di Kelapa Gading Permai (sebelum perubahan
akte) kini namanya Summarecon Kelapa Gading yang senang banjir,

Mengenyam Pendidikan Formal dari:
-Sekolah Dasar Tarakanita V (St. Carolus) Jalan Pemuda, Jakarta Timur
; diiringi Background Theme “Pendekar Gereja Penegak Iman dikau
Santo Carolus..”,

Sekolah yang dekat dengan Arion Plaza dan LAPAN, membuat Saya
menjadi Pribadi yang Melihat Dunia dari Perspektif Tawa dan Canda,
Realitas Sosial, Diskriminasi Rasial di Indonesia, dll. (tar dilanjutin..)

-SLTP Don Bosco II, Pulomas Barat, Jakarta Timur
Jatuh Cinta Pertama, dan Perubahan Style Poni Lempar, Belah
Samping menjadi Gundul Berjamur (ada rambutnya dikit), Perkenalan
dengan Bahasa Asing, Nihon-Go to otaku di natte imashita, hontou ni
taihen dakedo tottemo omoshiroi desu.
Perkenalan dengan Teman-Teman Gang (Saya memiliki Gang yang
berjudul Tiga Babi Kecil, yang hobinya nonton (baik yang baik
maupun yang tidak), menjelajah Mall-Mall, Mengeceng Lawan Jenis,
hingga Bermain Digimon Tamagotchi bersama. (a Tribute to Jess
Prabawa Hudaya, and Michael Lay
)

-SMA Don Bosco II, Pulomas Barat, Jakarta Timur, mengalami
Penjajahan Ideologi Struktural menjadi Anak SMA Ilmu Pengetahuan
Sosial (2Sos1, 3Sos3), Kelahiran Baru, Pertobatan, Perjumpaan dan
Self-Encounter with GOD, mengalami redefinisi Panggilan Hidup,
Konsep Tuhan dan Ketuhanan sejati, Konsep Manusia dan hubungan
dengan Sesama, Konsep Kehidupan setelah Kematian, dan Konsep
Tangisan untuk hal-hal yang tidak masuk rasio.. hiks hiks.. sobb T.T…
Faith Pilgrimate has just started.

-Universitas Pelita Harapan, Lippo Karawaci di sebuah Kabupaten
Tangerang, di Propinsi Banten
Mengambil Jurusan Hubungan Internasional (Lintas Batas Negara,
Inter Nasion, Antar Bangsa, International Relations) dengan Konsentrasi Hubungan
Perdagangan Internasional, yang terkadang kalau diingat-ingat jadi
suka merasa sedikit tertipu iklan.. hihi

Di Sini Hidup Kembali Berubah…
dan sekarang menanti Kematian Umur Akademis Strata Satu sebelum
Nama saya Diganjar Title Sarjana So(k)sial, S.Sos. Ancaman Cum
Laude, dan Visi untuk memimpin Mahasiswa UPH, sejauh ini masih
menjadi pertimbangan untuk lulus cepat atau normal, karena cepat
adalah ukuran manusia, dan kualitas tidak ditentukan hanya dari cepat
lambatnya toh..

frans/kus mulai menggemari:
Berfilosofi, Berbahasa asing, Menjalin hubungan (baik teman,
maupun kekasih), Membahagiakan Keluarga (Si Mamah, Si Papah, dan
Si Dede) Berorganisasi, Menginspirasi, Meninggalkan jejak-jejak
kepemimpinan, Melawan penundaan-penundaan, Mengutip Quotes
dari Orang-orang termasyhur, Mencari panggilan hidup, Berdoa dan
Bekerja, serta yang terkadang terlalu berlebihan menjadi PECANDA..
(Joker)..

“Ini Gue Kus-Kus dan Ini adalah Janji Gue!”
-Stilasi dari Film Janji Joni (2005)

Halo dunia!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!